Selasa, 03 Oktober 2017

Puisi_Diam Namun Meradang



DIAM NAMUN MERADANG

di sudut-sudut kumuh gerbang kota
serdadu mengadu menengadah mengharap hiba
meraung tapi tak bersuara
tangan dan kakinya kaku
mulutnya bisu disumbat si penyebar umpat

dia diam namun meradang
tertawa dengan isak yang semakin memekak
gemuruh riuh suara-suara kelaparan

apa yang mereka makan?
luka-luka yang berkecambah di tubuh mereka
mereka haus!
ia minum air mata mereka
semua lelaph pasrah dalam basah keringat
dan air mata

Jambi, 21 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar